Total Tayangan Halaman

Minggu, 30 Maret 2014

Download Google Earth Virtual Globe | Free Download Software | Geograpic Information System Earth Virtual Globe

Download Google Earth Virtual Globe | Free Download Software | Geograpic Information System Virtual Globe - Google Earth membuat dunia terasa semakin sempit. Hanya dengan mengetikan nama sebuah kota,Anda langsung diantar menyaksikan petanya dari udara. Bukan hanya itu, Google Earth membuat beberapa negara berang lantaran instalasi militer rahasia mereka yang disembunyikan ditempat terpencil, kini dapat diakses oleh siapapun hanya dengan beberapa klik. Google Earth merupakan program virtual globe yang semula dinamai Earth Viewer.prgram ini digagas oleh Keyhole Inc. sejak tahun 2001,yang kemudian diakusisi oleh Google pada tahun 2005.Program ini memetakan bumi dengan menggabungkan foto yang diperoleh dari pengindraan satelit,foto udara yang diambil dari pesawat terbang khusus,dan aplikasi GIS yang meliputi bola dunia secara 3D,...

GOOGLE EARTH

Jika belum pernah coba Google Earth, tidak ada salahnya untuk mendownload versi gratis aplikasi desktop dari Google Earth tersedia untuk operating system windows, Linux dan Mac OS, Selain versi gratis Google juga merilis veri berbayar dengan nama Google Earth Plus dan Google Earth Profesional.

Untuk dapat menjalankannya, sobat tentu harus terhubung dengan Internet. Setiap kali sobat membuka Google Earth dari desktop akan terhubung dengan server milik Google yang menyimpan informasi geografis, politik, dan sosial dalam satuan terbyte. Dengannya sobat dapat melihat foto sebuah kota dari udara, bak melihat peta, sekaligus membaca informasi kepadatan penduduk dan catatan angka kriminalitas diwilayah tersebut. Layer menyediakan tombol navigasi peta termasuk zoom, pengaturan kemiringan pandangan serta rotasi berada disis kanan layar. Yang cukup mecenangkan dari Google Earth adalah aspek 3D yang disediakan dalam peta oleh google dengan server handal,...

..:: Data Google Earth ::..
Peta fotografi yang terdapat pada Google Earth diperoleh dari dua sumber primer,yakni satelit dan pesawat terbang.Google mendapatkan hasil pengindraan ini dan sejumlah informasi pemetan digital lainya dari berbagai sumber, seperti TeleAtlas ( www.telatlas.com ) dan EarthSat ( www.earthsat.com ) yang mengkompilasi foto kedalam peta digital untuk tujuan komersil. Google Earth dapat menampilkan peta AS, Kanada dan Inggris hingga pada level jalan. ( dapat men-zoom / memperbesar peta ),...
Cara yang paling mudah untuk megetahui fungsi Google Earth adalah dengan mencari lokasi sebuah tempat dan melihat hasilnya dilayar sebelah kanan, Misalnya Anda mencari lokasi kantor pusat How Stuff Works di Atlanta, Georgia, AS. Ketikan “3350 Peachtree Rd. Atlanta, GA”. pada kotak search Google Earth dan klik tombol search. Anda kan diantar menuju lokasi kantor How Stuff Works dari angkasa, seperti burung yang terbang menikuk kebawah. Untuk mendapatkan informasi selanjutnya, tentang apa saja yang ada di kantor tersebut, Anda dapat mengkaktifkan beberapa layer lain,...

Semoga search posting kali ini tentang Download Google Earth Virtual Globe | Free Download Software | Geograpic Information System Earth Virtual Globe bisa bermanfaat buat sobat, jangan lupa 
sobat tambahkan jaringan teman dan  berikan donasi dengan ketulusan hati sobat di Kolom Blog GRATIS,...



Minggu, 23 Februari 2014

Hukum Perdata (Buku 1 )


PENGERTIAN, RUANG LINGKUP DAN SITEMATIKA HUKUM PERDATA

I. Pengertian Hukum Perdata:
Prof. Wirjono Prodjodikoro â Hukum Perdata ialah suatu rangkaian hukum antara orang-orang atau badan hukum satu dengan yang lain â mengatur hak dan kewajiban dalam pergaulan kemasyarakatan.
Prof. R Sardjono â Hukum perdata adalah norma/ kaedah-kaedah yang menguasai manusia dalam masyarakat dalam hubungannya dengan orang lain â menguasai kepentingan perorangan.
Prof. Dr. Soedewi â Hukum Perdata ialah hukum yang mengatur kepentingan antar warga negara perseorangan yang satu dengan warga negara yang lain.
Kesimpulannya
Hukum perdata adalah hukum yang mengatur hubungan hukum (hak dan kewajiban) antara orang/warga negara atau badan hukum yang satu dengan yang lain dalam pergaulan masyarakat.
Hukum perdata menguasai kepentingan perseorangan dan mengatur kepentingan perseorangan

Berdasarkan fungsinya Hukum Perdata dibagi menjadi 2:
Hukum Perdata Materiel â segala ketentuan hukum yang mengatur hak dan kewajiban subjek hukum (orang//badan hukum).
Hukum Perdata Formil â segala ketentuan hukum yang mengatur cara subjek hukummempertahankan hukum materiel (cara untuk mendapatkan keadilan bila dilanggar subjek hukum yang lain)
Kesimpulannya
Hukum Perdata Formil mempertahankan Hukum Perdata Materiel
Hukum Perdata Formil berfungsi menerapkan hukum perdata materiel bila ada yang melanggar

II. Ruang lingkup Hukum Perdata
Hukum perdata mengatur hubungan antar individu:
• S – S = Subyek hukum dengan subyek hukum = misalnya dalam hukum perkawinan dan hukum keluarga
• S – O = subyek hukum dengan obyek hukum = misalnya dalam hukum kebendaan
• S – S – O = subyek hukum dengan subyek hukum dengan perantara obyek hukum = misalnya dalam hukum perikatan
Kesimpulannya
Wilayah hukum perdata meliputi hukum tentang orang; hukum tentang benda; hukum perikatan
III. Sistematika Hukum Perdata
Sistematika Hukum Perdata dalam KUHPerdata:
hukum tentang orang/ van personen (dalam buku I BW); pasal 1 – pasal 498
hukum tentang benda/ van zaken (buku II BW); pasal 499 – pasal 1232
hukum perikatan/ van verbintenissen (buku III BW); dan pasal 1233 – pasal 1864
pembuktian dan daluarsa/ van bewij en veryaring (buku IV BW) pasal 1865 – pasal 1993

Kesimpulannya
Dalam KUHPerdata hukum perdata meliputi hukum tentang orang; hukum tentang benda; Hukum perikatan serta pembuktian dan daluarsa
Sistematika Hukum Perdata menurut ilmu pengetahuanhukum :
Hukum Perorangan
Mengenai orang sebagai subjek hukum
Mengenai orang yang punya hak dan kewajiban
Hukum Keluarga
Hukum perkawinan
Hukum yang mengatur hubungan antara orangtua dan anak
Hukum tentang perwalian
Hukum tentang pengampuan
(Pasal 433 kuhperdata) Setiap orang dewasa, yang selalu berada dalam keadaan dungu, gila atau mata gelap, harus ditempatkan di bawah pengampuan, sekalipun ia kadang-kadang cakap menggunakan pikirannya. Seorang dewasa boleh juga ditempatkan di bawah pengampuan karena keborosan.
Hukum Kekayaan
Relatif â hukum perikatan
Absolut â hukum kebendaan
Hukum Waris
Hukum kebendaan
Kesimpulannya
Menurut ilmu hukum pengetahuan hokum sitematika hukum perdata meliputi hukum perorangan; hukum keluarga; Hukum kekayaan serta Hukum waris

Perbandingan sistematika antara keduanya
Ilmu Pengetahuan Hukum KUHPerdata
Hukum Perorangan
Buku I tentang Orang
Hukum Kekeluargaan
Absolut â Buku II tentang Benda
Hukum Kekayaan
Relatif â Buku III tentang Perikatan
Hukum Waris Buku IV tentang Pembuktian dan Daluwarsa

SEJARAH DAN PLURALISME HUKUM PERDATA DI INDONESIA
Sebelum Kemerdekaan
• Hukum perdata Indonesia berasal dari Code Civil le Francais yang dikodifikasikan tahun 1804, dan tahun 1807 diundangkan sebagai Code Napoleon.
• Kemudian diadopsi oleh Belanda, yang membuat Burgerlijk Wetboek (BW), yang diundangkan tahun 1837
• Berdasarkan asas konkordansi, maka BW juga berlaku bagi orang-orang Belanda/ Eropha yang berada di wilayah Hindia Belanda (Indonesia sebelum merdeka).
• Belanda mengupayakan adanya unifikasi hukum perdata di Indonesia, tetapi tidak berhasil, karena adanya hukum adat (yang berdasarkan penelitian Van Volen Hoven, terdapat 19 wilayah hukum adat di Indonesia)
Pluralisme Hukum Perdata di Indonesia• Berdasarkan pasal 163 IS bahwa penduduk hindia belanda, dibagi menjadi:
• Golongan Eropha, yaitu orang-orang belanda dan eropha yang buka belanda --- bagi mereka berlaku BW
• Golongan Timur Asing, yang dibagi menjadi golongan Tionghoa yaitu Cina --- --- berlaku bagi mereka BW kecuali dalam masalah perkawinan dan adopsi; dan non Tionghoa seperti Arab, Pakistan dll. --- berlaku bagi mereka BW kecuali dalam masalah perkawinan dan kewarisan
• Golongan pribumi yaitu penduduk hindia belanda (Indonesia) asli, berlaku bagi mereka hukum adat.
• Dan dalam perkembangannya, terjadi legislasi UU Perkawinan tahun 1974, yang dianggap sebagai “hukum Islam keindonesiaan”; KHI sebagai rujukan hakim PA dalam menyelesaikan masalah bagi umat Islam, dan sebagainya, sehingga berlaku juga hukum Islam.
• Maka, Pluralisme hukum perdata di Indonesia tidak dapat dipungkiri, yaitu adanya BW, hukum adat, dan hukum Islam.
Sesudah kemerdekaan
• Menjelang kemerdekaan, terdapat upaya untuk membuat kodifikasi hukum perdata Indonesia oleh para tokoh Indonesia, namun belum berhasil.
• Berdasarkan aturan Peralihan dalam UUD 1945, bahwa semua peraturan yang ada tetap berlaku selama belum ada peraturan baru yang mencabutnya, sehingga BW masih dianggap berlaku.
• Berdasarkan Surat Edaran MA no 3 tahun 1963, dihimbau bahwa hendaknya BW tidak dianggap sebagai kitab Undang-undang, melainkan hanya sebagai kitab hukum (yang sejajar dengan doktrin).
• Instruksi Presidium Kabinet no. 31/U/12/1966, instruksi kepada Menteri Kehakiman dan Catatan Sipil, untuk tidak memberlakukan penggolongan penduduk.

Status BW • Berdasarkan Surat Edaran MA no 3 tahun 1963, dihimbau bahwa hendaknya BW tidak dianggap sebagai kitab Undang-undang, melainkan hanya sebagai kitab hukum (yang sejajar dengan doktrin).

HUKUM PERDATA (BUKU I)
Hukum adalah sekumpulan peraturan yang berisi perintah dan larangan yang dibuat oleh pihak yang berwenang sehingga dapat dipaksakan pemberlakuannya berfungsi untuk mengatur masyarakat demi terciptanya ketertiban disertai dengan sanksi bagi pelanggarnya.
Salah satu bidang hukum yang mengatur hak dan kewajiban yang dimiliki padasubyek hukum dan hubungan antara subyek hukum. Hukum perdata disebut pulahukum privat atau hukum sipil sebagai lawan dari hukum publik. Jika hukum publik mengatur hal-hal yang berkaitan dengan negara serta kepentingan umum (misalnya politik dan pemilu (hukum tata negara), kegiatan pemerintahan sehari-hari (hukum administrasi atau tata usaha negara), kejahatan (hukum pidana), maka hukum perdata mengatur hubungan antara penduduk atau warga negara sehari-hari, seperti misalnya kedewasaan seseorang, perkawinan, perceraian, kematian, pewarisan, harta benda, kegiatan usaha dan tindakan-tindakan yang bersifat perdata lainnya.
Ada beberapa sistem hukum yang berlaku di dunia dan perbedaan sistem hukum tersebut juga mempengaruhi bidang hukum perdata, antara lain sistem hukumAnglo-Saxon (yaitu sistem hukum yang berlaku di Kerajaan Inggris Raya dan negara-negara persemakmuran atau negara-negara yang terpengaruh olehInggris, misalnya Amerika Serikat), sistem hukum Eropa kontinental, sistem hukum komunis, sistem hukum Islam dan sistem-sistem hukum lainnya. Hukum perdata di Indonesia didasarkan pada hukum perdata di Belanda, khususnya hukum perdata Belanda pada masa penjajahan.
Bahkan Kitab Undang-undang Hukum Perdata (dikenal KUHPer.) yang berlaku di Indonesia tidak lain adalah terjemahan yang kurang tepat dari Burgerlijk Wetboek (atau dikenal dengan BW)yang berlaku di kerajaan Belanda dan diberlakukan di Indonesia (dan wilayah jajahan Belanda) berdasarkan azas konkordansi. Untuk Indonesia yang saat itu masih bernama Hindia Belanda, BW diberlakukan mulai 1859. Hukum perdata Belanda sendiri disadur dari hukum perdata yang berlaku di Perancis dengan beberapa penyesuaian. Kitab undang-undang hukum perdata (disingkat KUHPer) terdiri dari empat bagian, yaitu:
Buku I tentang Orang; mengatur tentang hukum perseorangan dan hukum keluarga, yaitu hukum yang mengatur status serta hak dan kewajiban yang dimiliki oleh subyek hukum. Antara lain ketentuan mengenai timbulnya hak keperdataan seseorang, kelahiran, kedewasaan, perkawinan, keluarga, perceraian dan hilangnya hak keperdataan. Khusus untuk bagian perkawinan, sebagian ketentuan-ketentuannya telah dinyatakan tidak berlaku dengan di undangkannya UU nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.
Orang merupakan subjek hukum, sebagai pendukung hak dan kewajiban, dan setiap orang tersebut tidak semua cakap, orang yang cakap pun belum tentu wenang.
v  Kecakapan
a. Menurut UU No.1 tahun 1974 tentang Perkawinan, yaitu berusia 18 tahun.
b. Menurut KUH Perdata, yaitu berusia 21 tahun.
c. Menurut KUH Pidana, yaitu berusia 16 tahun.
d. Menurut hukum adat, yaitu kuat gawe.
v  Faktor-faktor yang mempengaruhi kewenangan seseorang dalam hukum, diantaranya:
a. Kewarganegaraan, misalnya hanya WNI yang berhak memilki “hak milik” atas tanah.
b. Tempat tinggal
c. Jabatan/kedudukan, misalnya hakim dan pejabat hukum lain tidak boleh menerima barang yang masih dalam perkara.
d. Tingkah laku/perbuatan, misalnya Pasal 49 dan 53 UU No. 1 tahun 1974
Pasal 49
(1) Salah seorang atau kedua orang tua dapat dicabut kekuasannya terhadap seorang anak atau lebih untuk waktu yang tertentu atas permintaan orang tua yang lain, keluarga anak dalam garis lurus keatas dan saudara kandung yang telah dewasa atau pejabat yang berwenang, dengan keputusan Pengadilan dalam hal-hal :
a.       la sangat melalaikan kewajibannya terhadap anaknya;
b.      la berkelakuan buruk sekali.
(2) Meskipun orang tua dicabut kekuasaannya, mereka masih tetap berkewajiban untuk memberi biaya pemeliharaan kepada anak tersebut.
Pasal 53
(1) Wali dapat dicabut dari kekuasaannya, dalam hal-hal yang tersebut dalam Pasal 49 Undang-undang ini.
(2) Dalam hal kekuasaan seorang wali dicabut, sebagaimana dimaksud pada ayat (1) pasal ini, oleh Pengadilan ditunjuk orang lain sebagai wali.

v  Tempat tinggal
Tempat tinggal ini terdiri dari:
1. Tempat tinggal sesungguhnya
a. Sukarela/berdiri sendiri, yaitu tempat tinggal seseorang yang keberadaanya tidak terikat pada pihak lain/sesuai dengan keinginan sendiri.
b. Wajib/lanjutan, yaitu tempat tinggal yang tergantung pada hubungan dengan pihak lain.
2. Tempat tinggal yang dipilih
Yaitu tempat tinggal yang ditunjuk sebagai tempat tinggal oleh suatu pihak atau banyak pihak untuk melakukan perbuatan tertentu.
3. Rumah kematian
Rumah kematian merupakan domisili terakhir yang penting untuk mengadili misalnya tentang warisan, piutang.
v  Hukum Keluarga
Perkawinan
Dalam Pasal 1 UU No. 1 tahun 1974 disebutkan bahwa perkawinan adalah ikatan lahir batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membetuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan YME.
v  Syarat-syarat perkawinan
Mengenai syarat-syarat perkawinan terdapat dalam Pasal 6-12 UU Perkawinan, diantaranya:
1. Adanya persetujuan dari kedua mempelai (Pasal 6:1)
2. Adanya izin dari orang tua/wali bagi yang belum berusia 21 tahun (Pasal 6:2-6)
3. Usia laki-laik 19 tahun dan perempuan 16 tahun (Pasal 7:1)
4. Antara kedua calon mempelai tidak dalam hubungan darah (Pasal 8)
5. Tidak berada dalam ikatan perkawinan dengan pihak lain (Pasal3:2 dan Pasal 4)
6. Bagi suami istri yang telah bercerai, kawin lagi, dan bercerai kedua kalinya dilarang untuk menikah lagi kecuali agama menentukan lain (Pasal 10)
7. Tidak berada dalam waktu tunggu calon mempelai yang janda.
v  Empat akibat hukum atas perkawinan menurut hukum perdata:
1. Akibat hukum bagi suami-istri itu sendiri, misalnya adanya hak dan kewajiban bagi keduanya.
2. Akibat hukum terhadap harta kekayaan suami-istri itu sendiri, yaitu hak atas harta benda di dalam perkawinan
3. Akibat hukum yang berlaku terhadap keturunan.
4. Akibat hukum bagi pihak ketiga


Rabu, 25 Desember 2013

Perhitungan Hari dalam bahasa Korea

하루 [haru] satu hari
이틀 [iteul] dua hari
사흘 [saheu] tiga hari
나흘 [naheul] empat hari
닷새 [dassae] lima hari
엿새 [yeossae] enam hari
이레 [ire] tujuh hari
여드레 [yeodeure] delapan hari
아흐레 [aheure] sembilan hari
열흘 [yeoreul] sepuluh hari

Nama-Nama Tempat Dalam Bahasa Korea

Rumah sakit : byeongwon
Apotek : yakguk
Salon kecantikan : mijangwon
Pemandian umum : mogyoktang
Bank : eunhaeng
Tempat penyewaan : daeyeojeom
Laundry : setakso
Toko : gage
Pasar : sijang
Supermarket : syupeo
Department store : baekwajeom
Toko buku : seojeom
Restaurant : sikdang/eumsikjeom
Bakery : jegwajeom
Pom bensin : juyuso
Toko peralatan rumah tangga : gagujeom
Bioskop : geukjang/yeonghwangwan
Penginapan : yeogwan
Hotel : hotel
Motel : motel
Bar : suljip
Lapangan olahraga : undongjang
Tempat bermain : noriteo
Tempat parkir : juchajang
Kolam renang : suyeongmajang
Kantor polisi : gyeongchalseo
Penjara : gyodoso
Airport : gonghang
Stasiun kereta api : gichayeok
Perpustakaan : doseogwan
Museum : bangmulgwan
Museum seni : misulgwan
Stasiun tv : bangsongguk
Taman : gongwon
SMA : godeunghakgyo
University : daehakgyo
Apartment : apateu
Gunung : san
Gedung pusat : bongwan
Jib : Rumah
Toko serba ada : Baekhwajeom

Bahasa Korea Untuk Kata Ganti Orang

Saya –> 저 (Jho)
Aku –> 나 (Na)
Anda –> 당신 (Dhangshin)
Kamu –> 노 (No)
Dia –> 그 (Gheu)
Mereka –> 그들 (Gheudheul)
Kami –> 우리 (Uri)
Kita –> 우리들 (Uridheul)
Keluarga –> 가족 (Ghajok):
Ayah –> 아버지 (Abheojhi)
Ibu –> 어머니 (Eomeoni)
Adik Laki2 –> 남동생 (Namdhongshaeng)
Adik Perempuan –> 여동생 (Yeodongshaeng)
Kakak Laki2 (untuk adik laki2) –> 형 (Hyeong)
Kakak Laki2 (untuk adik perempuan) –> 오빠 (Oppa)
Kakak Perempuan (Untuk adik laki2) –> 누나 (Nuna)
Kakak Perempuan (untukadik perempuan) –> 언니 (Eonni)
Paman –> 삼촌 (Shamchon)
Bibi –> 숙모 (Shungmo)
Pakde (Uwak laki2) –> 큰아버지 (Kheunabeojhi)
Bude (Uwak perempuan) –> 큰어머니 (Kheuneomoni)
Kakek –> 할아버지 (Harabheojhi)
Nenek –> 할머니 (Halmeoni)
Sepupu –> 사촌 (Shachon)
Kakak Ipar laki2 –> 매형 (Maehyeong)
Kakak Ipar Perempuan –> 매부 (Maebhu)
Adik Ipar –> 시동생 (Shidongshaeng)
Bapak Mertua –> 시아버지 (Shiabheojhi)
Ibu Mertua –> 시어머니 (Shieomeoni)